Minggu, 20 November 2011

VAGINITIS


2.1  Pengertian
Sebelum mengenal tentang vaginitis, dibawah ini akan dijelaskan jenis-jenis infeksi pada organ reproduksi wanita. Organ reproduksi wanita terdiri dari 5 bagian utama, yaitu :

1.      Vagina : bagian paling luar dari organ reproduksi wanita. Merupakan bagian yang paling sering terinfeksi mikroorganisme. Infeksi pada vagina disebut vaginitiS
  1. Cervix (leher rahim) : bagian yang berfungsi sebagai jalan lahir bayi. Infeksi pada cervix disebut cervicitis
  2. Uterus (rahim) : bagian yang berfungsi sebagai tempat tumbuhnya janin. Infeksi pada uterus disebut endometritis.
  3. Tuba fallopi (saluran telur) : bagian yang berfungsi untuk membawa ovum (sel telur) yang dilepaskan ovarium (indung telur) ke uterus. Infeksi pada tuba fallopi disebut salpingitis.
  4. Ovarium (indung telur) : tempat pematangan ovum (sel telur). Infeksi pada ovarium disebut oophoritis.


 Vaginitis adalah suatu peradangan pada daerah vagina. Hal ini dapat menghasilkan cairan, gatal dan nyeri dan seringkali dihubungkan dengan iritasi atau infeksi pada vulva. Hal ini biasanya karena infeksi. Tiga jenis bakteri utama dari vaginitis adalah bakterial vaginosis (BV), kandidiasis vagina, dan trikomoniasis. Seorang wanita mungkin memiliki kombinasi dari infeksi vagina pada satu waktu. Gejala-gejala yang timbul bervariasi sesuai dengan bakteri yang menginfeksi, meskipun ada gejala umum bahwa semua infeksi vaginitis miliki tanda peradangan atau bahkan dapat asymptomatic.[wikipedia]
Menurut literatur lain Vaginitis adalah infeksi pada vagina yang disediakan oleh berbagai bakteri,parasit atau jamur. Infeksi ini sebagian besar terjadi karena hubungan seksual.[Prof.dr.Ida Gde manuaba,Spog] Salah satu gejalanya adalah keluarnya cairan dari vagina diikuti rasa gatal, iritasi bagian bawah, bau aroma yang tidak sedap bahkan

2.2  Macam vaginitis
Vaginitis dibedakan menjadi 3 jenis tergantung bakteri yang menginfeksi, yaitu
1.TRICHOMONIASIS,
disebabkan oleh parasit Tricomoniasis Vaginalis yang menimbulkan cairan berbau, banyak, berwarna kuning kehijauan dan kadang sangat gatal kadang berbusa terasa perih. Bisa ditularkan karena hubungan seksual.
2. VAGINOSIS BAKTERI
disebabkan oleh baktery Gardnerella Vaginalis, cairan yang keluar sedikit, berwarna abu-abu dan berbau tidak sedap.
3. CANDIDOSIS / INFEKSI JAMUR.
disebabkan oleh Candida albikan  (Salah satu jenis jamur yang normal ditemukan dalam organ kewanitaan) . Jamur ini sering berkembag biak hingga jumlahnya melampaui batas apabila terjadi perubahan kondisi organ intim wanita.

2.3  Tanda Dan Gejala/  Etiologi
Wanita dengan vaginistis  biasanya ada yang tanpa gejala atau dengan gejala, berikut ini adalah tanda dan gejala yang pada wanita vaginitis antara lain :
1.      Gejala yang paling sering ditemukan adalah keluarnya cairan abnormal dari vagina. Dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak, baunya menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri. Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental dibandingkan cairan yang normal dan warnanya bermacam-macam. Misalnya bisa seperti keju, atau kuning kehijauan atau kemerahan.
2.      Infeksi vagina karena bakteri cenderung mengeluarkan cairan berwarna putih, abu-abu atau keruh kekuningan dan berbau amis. Setelah melakukan hubungan seksual atau mencuci vagina dengan sabun, bau cairannya semakin menyengat karena terjadi penurunan keasaman vagina sehingga bakteri semakin banyak yang tumbuh. Vulva terasa agak gatal dan mengalami iritasi.
3.       Infeksi jamur menyebabkan gatal-gatal sedang sampai hebat dan rasa terbakar pada vulva dan vagina. Kulit tampak merah dan terasa kasar. Dari vagina keluar cairan kental seperti keju. Infeksi ini cenderung berulang pada wanita penderita diabetes dan wanita yang mengkonsumsi antibiotik.
4.      Infeksi karena Trichomonas vaginalis menghasilkan cairan berbusa yang berwarna putih, hijau keabuan atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap.  Gatal-gatalnya sangat hebat.
5.      Cairan yang encer dan terutama jika mengandung darah, bisa disebakan oleh kanker vagina, serviks (leher rahim) atau endometrium.
6.      Polip pada serviks bisa menyebabkan perdarahan vagina setelah melakukan hubungan seksual.
7.      Rasa gatal atau rasa tidak enak pada vulva bisa disebabkan oleh infeksi virus papiloma manusia maupun karsinoma in situ (kanker stadium awal yang belum menyebar ke daerah lain).
8.      Luka terbuka yang menimbulkan nyeri di vulva bisa disebabkan oleh infeksi herpes atau abses.
9.       Luka terbuka tanpa rasa nyeri bisa disebabkan oleh kanker atau sifilis.
10.   Kutu kemaluan (pedikulosis pubis) bisa menyebabkan gatal-gatal di daerah vulva.  

2.4 Penyebab
Penyebabnya dari vaginitis bisa berupa :
1. Infeksi
·  Bakteri (misalnya klamidia, gonokokus)
·  Jamur (misalnya kandida), terutama pada penderita diabetes, wanita hamil dan pemakai antibiotik
·   Protozoa (misalnya Trichomonas vaginalis)
·  Virus (misalnya virus papiloma manusia dan virus herpes).
2. Zat atau benda yang bersifat iritatif
·  Spermisida, pelumas, kondom, diafragma, penutup serviks dan spons
·  Sabun cuci dan pelembut pakaian
·  Deodoran
·  Zat di dalam air mandi
·  Pembilas vagina
·  Pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori-pori dan tidak menyerap keringat
·  Tinja
3.Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya
4.Terapi penyinaran
5  Obat-obatan
6.      Perubahan hormonal.

2.4  Diagnosa
         Untuk mendiagnosis bacterial vaginosis digunakan kriteria Amsel. 4 kriteria Amsel yaitu :
1.      pH cairan vagina > 4.5
2.      pada pemeriksaan di bawah mikroskop, > 20% sel epitel vagina adalah sel ”clue” (sel dengan batas tidak jelas, dotted with bacteria)
  1. sekret berwarna abu-abu seperti susu, homogen, sekret kental/menempel
  2. tes whiff positif
Rekomendasi diagnosis dari kriteria Amsel adalah 3 dari 4 di atas terpenuhi.

2.5  Komplikasi
Studi terbaru menunjukkan bahwa infeksi vagina yang tidak diobati dapat mengakibatkan komplikasi lebih lanjut, terutama untuk wanita hamil. Untuk komplikasi  dari terkena bakteri vaginosis, bias sampai dengan "kelahiran prematur, infeksi postpartum, klinis dan subklinis penyakit radang panggul, [serta] komplikasi pascaoperasi (setelah aborsi, histerektomi, bagian caesar), peningkatan kerentanan terhadap infeksi HIV dan, kemungkinan, infertilitas" Studi juga dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan trikomoniasis tertular HIV; teori termasuk bahwa "vaginitis meningkatkan jumlah sel kekebalan pada tempat infeksi, dan HIV kemudian menginfeksi sel-sel kekebalan."Selanjutnya, ada komplikasi yang mengakibatkan ketidaknyamanan sehari hari seperti:
·         persisten ketidaknyamanan
·         Infeksi kulit dangkal (dari menggaruk)
·         komplikasi dari kondisi penyebab (seperti gonore dan infeksi kandida).[Wikipedia]

2.6  Penatalaksanaan
Pengobatan bacterial vaginosis yang direkomendasikan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention), 2006,yaitu
1.      Obat yang direkomendasikan :
Metronidazole oral atau Metronidazole gel 0.75% intravaginal atau Clindamycin cream 2% intravaginal sebelum tidur malam
2.      Obat alternatif :
Clindamicin oral atau Clindamycin ovula
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sanchez dkk dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology (2004), (metronidazol (500 mg)/nystatin (100.000 u) ovula lebih efektif dibandingkan dengan metronidazole gel 0.75%.
2.8 Pencegahan
  Pencegahan kandidiasis, jenis yang paling umum dari vaginitis, dimulai dengan kebersihan yang baik: pengeringan sepenuhnya setelah mandi, mengenakan pakaian segar, dan menyeka dari depan ke belakang setelah buang air besar semua membantu untuk mencegah kontaminasi dari vagina dengan bakteri berbahaya. Douching tidak pernah dianjurkan, karena lebih banyak ruginya daripada baik, dengan mengganggu keseimbangan normal ragi dalam vagina. Pencegahan vaginosis bakteri termasuk diet sehat dan perilaku serta meminimalkan stres karena semua faktor ini dapat mempengaruhi keseimbangan pH vagina. Mengkonsumsi bakteri baik dalam produk dengan hidup-budaya, seperti yoghurt, sauerkraut dan kimchi, atau hanya melalui suplemen probiotik, seseorang dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan vaginitis karena antibiotik. Pencegahan trikomoniasis berkisar seks aman-prosedur, seperti penggunaan kondom

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar