Minggu, 20 November 2011

REMAJA DAN PERMASALAHANNYA


a. Kesehatan Reproduksi
1. Pengertian Kesehatan Reproduksi
            Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.

b. Remaja
1. Definisi Remaja
       Remaja adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan individu yang berada di antara masa anak-anak dan masa dewasa. Batasan remaja yang ada selama ini bervariasi atau selalu mengacu pada usia kronologis. Batasan usia remaja adalah antara 11 tahun sampai dengan 20 tahun (Sarwono, 2002). Pada tahun 1970-an World Health Organization (WHO) menetapkan batasan usia remaja adalah 10–19 tahun; tetapi pada tahun 1980-an, batasan itu bergeser menjadi 10–24 tahun, karena situasi yang berbeda. Perserikatan Bangsa–Bangsa (PBB) menggunakan batasan umur remaja 15–24 tahun, sedangkan pandangan umum di Indonesia tentang remaja adalah individu yang berusia antara 11-24 tahun.
       Remaja identik dengan dunia keceriaan, penuh vitalitas hidup, kelompok masyarakat yang strategis karena jumlahnya menunjukkan angka yang fantastis yakni 32 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Remaja memang berada pada masa peralihan yaitu perpindahan dari tahapan masa kanak-kanak ke tahap dewasa. Dengan perubahan dan perkembangan karakteristik yang khas tersebut remaja dihadapkan pada arus masyarakat yang lebih menekankan aspek kenikmatan dari pada aspek tanggung jawab. Di tengah keceriaan, mereka mudah bimbang, cemas, dan takut. Biasanya hanya akan berusaha mencari pengetahuannya lewat teman sebaya dan mengikuti tren yang sedang ada, contohnya tempat untuk berkumpul dengan teman sebaya mereka atau biasa disebut tempat kongkow (Manik, 2004).
       Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dikatakan dengan remaja adalah individu yang mengalami peralihan  dari masa anak-anak menuju masa dewasa. WHO menetapkan batasan remaja yaitu 15–24 tahun. 
2. Perkembangan remaja
       Perkembangan remaja yang positif tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, tetapi banyak faktor di dalam kehidupan mereka, yang pertama dan utama remaja dipengaruhi oleh keluarga mereka sendiri. Dalam pertumbuhan dan perkembangan juga dipengaruhi teman sebaya, teman sekolah dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka. Seluruh faktor ini menentukan perkembangan remaja. 
       Menurut Bronfenbrenner, (2003) dalam Newfound Area School District, (2003) ada beberapa tingkatan individu dan lingkungan yang dibuat menjadi ecological framework berbentuk kumparan.
       Anak remaja tidak tumbuh dalam suatu isolasi. Remaja berkembang dengan lingkungan yang luas. Pada lingkaran yang paling dalam adalah remaja yang memiliki temperamen, kesehatan fisik, ilmu dan kemampuannya masing-masing. Lingkaran selanjutnya adalah keluarga yang memiliki kekuatan yang paling besar di dalam mempengaruhi kehidupan remaja. Sebuah keluarga yang positif merupakan tempat yang penting untuk perkembangan yang baik bagi remaja.. Lingkaran selanjutnya adalah sekolah, teman sebaya, agama, organisasi remaja dan keluarga yang merupakan hal penting untuk dapat memenuhi  keperluan remaja  di antara orang–orang yang berbeda dan kelompok di dalam kehidupan mereka (remaja). Pada lingkaran yang paling luar didapati norma–norma, ekonomi, media dan tetangga. Faktor–faktor ini mempengaruhi perkembangan dan dampak secara tidak langsung terhadap kehidupan remaja. Semua tingkatan mempunyai pengaruh di dalam pertumbuhan dan perkembangan pada remaja. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, pertumbuhan dan perkembangan remaja dipengaruhi dengan lingkungan yang sangat luas, tetapi yang memegang peranan yang utama dan terutama adalah di dalam keluarga mereka sendiri. 
Masa remaja dibedakan dalam :
  1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.
  2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.
  3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.

Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan :
  1. Mulai menstruasi.
  2. Payudara dan pantat membesar.
  3. Indung telur membesar.
  4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat.
  5. Vagina mengeluarkan cairan.
  6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina.
  7. Tubuh bertambah tinggi.

Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki :
  1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap.
  2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin.
  3. Tumbuh kumis.
  4. Mengalami mimpi basah.
  5. Tumbuh jakun.
  6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang.
  7. Penis dan buah zakar membesar.
            Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu :
  1. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
  2. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
  3. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
  4. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.
            Hal tersebut diatas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya.

3. Menstruasi/ Haid
            Bila menstruasi baru mulai periodenya mungkin tidak teratur dan dapat terjadi sebulan dua kali menstruasi kemudian beberapa bulan tidak menstruasi lagi. Hal ini memakan waktu kira-kira 3 tahun sampai menstruasi mempunyai pola yang teratur dan akan berjalan terus secara teratur sampai usia 50 tahun. Bila seorang wanita berhenti menstruasi disebut menopause. Siklus menstruasi meliputi :
  1. Indung telur mengeluarkan telur (ovulasi) kurang lebih 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang.
  2. Telur berada dalam saluran telur, selaput lendir rahim menebal.
  3. Telur berada dalam rahim, selaput lendir rahim menebal dan siap menerima hasil pembuahan.
  4. Bila tidak ada pembuahan, selaput rahim akan lepas dari dinding rahim dan terjadi perdarahan. Telur akan keluar dari rahim bersama darah.
            Panjang siklus menstruasi berbeda-beda setiap perempuan. Ada yang 26 hari, 28 hari, 30 hari, atau bahkan ada yang 40 hari. Lama menstruasi pada umumnya 5 hari, namun kadang-kadang ada yang lebih cepat 2 hari atau bahkan sampai 5 hari. Jumlah seluruh darah yang dikeluarkan biasanya antara 30 – 80 ml. Selama masa haid, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daerah kewanitaan dengan mengganti pembalut sesering mungkin.

4. Mimpi Basah
            Ketika seseorang laki-laki memasuki masa pubertas, terjadi pematangan sperma didalam testis. Sperma yang telah diproduksi ini akan dikeluarkan melalui Vas Deferens kemudian berada dalam cairang mani yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Air mani yang telah mengandung sperma ini akan keluar yang disebut ejakulasi. Ejakulasi yang tanpa rangsangan yang nyata disebut mimpi basah. Masturbasi adalah memberikan rangsangan pada penis dengan gerakan tangan sendiri sehingga timbul ereksi yang disusul dengan ejakulasi, atau disebut juga onani.

5. Kehamilan
Merupakan akibat utama dari hubungan seksual. Kehamilan dapat terjadi bila dalam berhubungan seksual terjadi pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel sperma. Proses kehamilan dapat diilustrasikan sebagai berikut :
  1. Sel telur yang keluar dari indung telur pada saat ovulasi akan masuk kedalam sel telur.
  2. Sperma yang tumpah didalam saluran vagina waktu senggama akan bergerak masuk kedalam rahim dan selanjutnya ke saluran telur.
  3. Di saluran telur ini, sperma akan bertemu dengan sel telur dan langsung membuahi.
Tanda-tanda kehamilan :
  1. Sering mual-mual, muntah dan pusing pada saat bangun tidur (morning sickness) atau sepanjang hari.
  2. Mengantuk, lemas, letih dan lesu.
  3. Amenorhea (tidak mengalami haid).
  4. Nafsu makan menurun, namun pada saat tertentu menghendaki makanan tertentu (nyidam).
  5. Dibuktikan melalui tes laboratorium yaitu HCG Test dan USG.
  6. Perubahan fisik seperti payudara membesar dan sering mengeras, daerah sekitar Aerola Mammae (sekitar puting) membesar.
7.      Kehamilan dibawah usia 20 tahun Organ reproduksi belum sempurna sehingga pada saat persalinan akan mengalami kesulitan.
Dan bila sang ibu belum siap mental sebagai ibu. Hal ini akan menjadi Kehamilan yang tidak diinginkan yang kemungkinan akan terjadinya abortusvyaitu suatu kejadian keluarnya hasil kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.

6. Infeksi Menular Seksual (Infeksi Kelamin)
            Adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Akan beresiko tinggi apabila dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Baik laki-laki maupun perempuan bisa beresiko tertular penyakit kelamin. Perempuan beresiko lebih besar tertular karena bentuk alat reproduksinya lebih rentan terhadap PMS. Sayangnya, 50% dari perempuan yang tertular PMS tidak tahu bahwa ia sudah tertular. PMS tidak dapat dicegah hanya dengan :
  1. Membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual.
  2. Minum jamu tradisional.
  3. Minum obat antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
PMS yang umum terdapat di Indonesia adalah :
  1. Gonorrea.
  2. Clamidia.
  3. Sifilis.
  4. Herpes genital.
  5. Trikonomiasis.
  6. Ulkul mole (chancroid).
  7. Kutil kelamin.
  8. HIV-AIDS.

GONORREA (GO)
·         Kuman penyebabnya : Neisseria gonnorrhoeae.
·         Masa inkubasi atau penyebaran kuman : 2 – 10 hari setelah hubungan seks.
·         Tanda-tanda : nyeri pada saat kencing, merah, bengkak dan bernanah pada alat kelamin.
·         Komplikasi yang timbul : infeksi radang panggunl, mandul, menimbulkan kebutaan pada bayi yang dilahirkan.
·         Pemeriksaan : pewarnaan gram dan biakan agar.  

SIFILIS (RAJA SINGA)
Kuman penyebab : Trepanema palidum.
Masa inkubasi : tanpa gejala berlangsung 3 – 13 minggu, lalu timbul benjolan sekitar alat kelamin, disertai pusing, nyeri tulang, akan hilang sementara. 6 – 12 minggu setelah hubungan seks muncul bercak merah pada tubuh yang dapat hilang sendiri tanpa disadari. 5 – 10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung.
Komplikasi pada wanita hamil : dapat melahirkan dengan kecacatan fisik seperti kerusakan kulit, limpa, hati dan keterbelakangan mental.
Pemeriksaan : tes laboratorium untuk mendeteksi RPR (Rapid Plasma Reagent) dan TPHA (Trepanema Palidum Hemagglutination Assay).

TRIKONOMIASIS
Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis.
Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk; Sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman.
Komplikasi yang bisa terjadi : lecet sekitar kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeksi HIV.
Tes laboratorium untuk mendeteksi sediaan basah KOH.

ULKUS MOLE (Chancroid)
Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.
Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : Luka lebih dari diameter 2 cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah dan rasa nyeri; Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin. Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri.
Komplikasi yang mungkin terjadi : kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan penularan infeksi HIV.
Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaag Gram dan Biakan agar selama seminggu.

KLAMIDIA
Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri.
Gejala yang ditimbulkan : Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan; Nyeri di rongga panggul; Perdarahan setelah hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi : Biasanya menyertai gonore; Penyakit radang panggul; Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian; Infeksi mata pada bayi baru lahir; Memudahkan penularan infeksi HIV.
Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa.

KUTIL KELAMIN
Disebabkan oleh Human Papiloma Virus.
Gejala yang ditimbulkan : tonjolan kulit seperti kutil besar disekitar alat kelamin (seperti jengger ayam).
Komplikasi yang mungkin terjadi : kutil dapat membesar seperti tumor; bisa berubah menjadi kanker mulut rahim; meningkatkan resiko tertular HIV-AIDS.
Tidak perlu mendeteksi laboratorium karena langsung dapat terlihat oleh mata biasa.

HIV-AIDS
            HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih manusia yang merupakan bagian paling penting dalam system kekebalan tubuh.
AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala-gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.
            Seseorang yang terinfeksi HIV secara fisik tidak ada bedanya dengan orang yang tidak terinfeksi. Hampir tidak ada gejala yang muncul pada awal terinfeksi HIV. Tetapi ketika berkembang menjadi AIDS, maka orang tersebut perlahan-lahan akan kehilangan kekebalan tubuhnya sehingga mudah terserang penyakit dan tubuh akan melemah.
            Obat-obatan yang ada pada saat ini, belum mampu untuk menjanjikan suatu kesembuhan yang pasti. Tes HIV (ELISA dua kali) perlu disertai konseling sebelum dan sesudah tes dilakukan.
            Setiap orang beresiko tertular HIV-AIDS, baik tua maupun muda, kaya atau miskin, heteroseksual maupun homoseksual, terkenal maupun tidak terkenal. Resiko tertular HIV tidak berkaitan dengan siapa kita, tetapi apa yang kita lakukan.

HIV dapat ditularkan dengan cara :
  1. Hubungan seksual tanpa pelindung dengan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA).
  2. Menggunakan benda tajam yang terkontaminasi oleh virus HIV, misalnya jarum suntik pada pengguna dan pecandu narkoba, alat pembuat tatto dan alat tindik.
  3. Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV.
  4. Dari ibu ODHA kepada bayi yang dikandung dan disusuinya.

HIV tidak dapat ditularkan kepada orang lain melalui :
  1. Bersalaman atau berpelukan.
  2. Makanan dari piring yang pernah digunakan ODHA.
  3. Batuk atau bersin ODHA.
  4. Gigitan nyamuk.
  5. Berenang ditempat berenang yang sama dengan ODHA.
  6. Mengunjungi ODHA dirumah atau dirumah sakit.

7. Aspek Kesehatan yang Perlu diperhatikan oleh Remaja
ANEMIA.
            Anemia terjadi karena kurangnya zat besi dan asam folat dalam tubuh. Penderita anemia berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah serta kematian pada proses persalinan.
Tanda-tanda anemia :
  1. Mudah lelah, mengantuk.
  2. Pusing, muka pucat.
  3. Tidak bersemangat.

Mengapa perempuan lebih rentan anemia dibandingkan laki-laki?
            Kebutuhan zat besi perempuan 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan laki-laki. Perempuan setiap bulan mengalami haid, jadi perlu zat besi untuk mengembalikan kondisi tubuhnya. Demikian pula pada saat hamil, butuh zat besi untuk kebutuhan perkembangan janin.
Apa yang perlu dilakukan agar terhindar dari anemia?
  1. Mengkonsumsi makanan bergizi.
  2. Mengkonsumsi tablet penambah darah.

c. Pelecehan Seksual pada Anak
            Pelecehan seksual terhadap anak adalah suatu bentuk penyiksaan anak di mana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksual.
            Bentuk pelecehan seksual anak termasuk meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual (terlepas dari hasilnya), memberikan paparan yang tidak senonoh dari alat kelamin untuk anak, menampilkan pornografi untuk anak, melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak, kontak fisik dengan alat kelamin anak (kecuali dalam konteks non-seksual tertentu seperti pemeriksaan medis), melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik (kecuali dalam konteks non-seksual seperti pemeriksaan medis), atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.
Efek kekerasan seksual terhadap anak antara lain depresi, gangguan stres pascatrauma, kegelisahan, kecenderungan untuk menjadi korban lebih lanjut di masa dewasa, dan dan cedera fisik untuk anak di antara masalah lainnya. Pelecehan seksual oleh anggota keluarga adalah bentuk inses, dan dapat menghasilkan dampak yang lebih serius dan trauma psikologis jangka panjang, terutama dalam kasus inses orangtua.

d. Pelayanan Kesehatan Reproduksi pada Remaja
            Secara tradisional pelayanan kesehatan khususnya hanya ada jika bidang tersebut sudah dianggap sebagai cabang spesialis tersendiri. Sampai saat ini masalah kesehatan remaja belum ada pelayanan khusus untuk kesehatan remaja (adolescent health). Mungkin karena definisi remaja (adolesen) baru mulai di abad kedua puluh, dan itu pun pada mulanya lebih dilihat dari aspek sosio-ekonomi. Mungkin pula pada usia remaja adalah usia yang mengalami perubahan pesat dalam bidang kesehatan fisik dan mental, dan banyak di antara perkembangan tersebut yang kemudian menjadi determinan terhadap kesehatannya di kemudian hari. Dengan makin banyaknya “drug and alcohol abuse” serta perilaku seks yang tidak sehat di kalangan remaja sudah selayaknya jika masalah kesehatan remaja mendapat perhatian penanganan secara khusus.
            Sudah diperlukan adanya pelayanan kesehatan remaja secara khusus yang bidang cakupannya bukan hanya bersifat kuratif tetapi juga preventif, promotif dan rehabilitatif yang melibatkan berbagai disiplin. Pelayanan kesehatan reproduksi remaja seperti juga pelayanan kesehatan remaja pada umumnya, harus melibatkan berbagai disiplin antara lain sebagai medis, pakar psikologi dan pakar sosiologi atau pendidikan. Pelayanan ini harus bebas dari bias “nilai-nilai moral yang dipaksakan” dan benar-benar ditujukan untuk melepaskan remaja dari masalah kesehatan dirinya. Di bidang kesehatan reproduksi ini berarti juga penyediaan pelayanan untuk pendidikan dan konseling masalah seksualitas, penaganan kehamilan yang tidak diinginkan, penanganan menular penyakit seksual, pelayanan kontrasepsi untuk yang memerlukan, pelayanan terhadap berbagai “abuses” termasuk juga perkosaan. Selain juga konseling dan terapi untuk masalah-masalah kesehatan lainnya. Akan lebih ideal lagi jika pelayanan itu mencakup juga aspek rehabilitasi yang untuk remaja lebih memerlukan rehabilitasi sosial dan mental dari pada rehabilitasi fisik.

·         Kekerasan seksual terjadi di seluruh dunia, meskipun di kebanyakan negara telah ada sedikit penelitian yang ditujukan pada masalah. Karena  kekerasan seksual bersifat pribadi,diperkirakan tingkat masalahnya sangat sulit..  Penelitian di Afrika Selatan dan Tanzania menunjukkan bahwa hampir satu dari empat wanita diusulkan mengalami kekerasan seksual oleh pasangan intim, dan sampai sepertiga dari remaja perempuan melaporkan pengalaman seksual pertama mereka adalah dipaksa
·         Laporan Dunia tentang Kekerasan dan Kesehatan." Laporan itu menyatakan bahwa, secara global, satu dari empat wanita kemungkinan akan mengalami kekerasan seksual oleh pasangan intim dan satu dari tiga anak perempuan melaporkan pengalaman seksual pertama mereka dipaksa.
·         Selain itu data kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak (usia di bawah 18 tahun) yang dihimpun oleh Pusat Krisis Terpadu untuk Perempuan dan Anak di RSUPN RSCM dari Juni 2000 hingga Juni 2005 menunjukkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan mencapai 1.200 kasus dan pencabulan terhadap anak laki-laki sebanyak 68 kasus. Ini berarti jika diambil rata-rata, setiap dua hari sekali jatuh korban kekerasan terhadap anak-anak di Indonesia (Purnianti, 2007)
·         Hal ini menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual pada remaja itu terjadi di seluruh dunia bahkan di Negara Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA


  •   BKKBN. 2002. Data survei Kesehatan Reproduksi Indonesia. Jakarta 
  • BKKBN. 2003. Buku sumber untuk advokasi Direktorat Advokasi dan KIE. BKKBN, UNFPA, Bank Dunia, ADB, dan STARH 
  • BKKBN. 2007. Data Perilaku Seksual Remaja di 5 Kota Besar di   Indonesia. Lampung 
  • Delia L lang,cs, 2011. Rape Victimization and High Risk Sexual Behaviors: Longitudinal Study of African-American Adolescent Females.vol 3 :333-342.Western Journal of Emergency Medicine
  • Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2003 .Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003. Jakarta : World Health Organization
  • Kartono Kartini, dr. 2006. Psikologi Wanita mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Bandung : Mandar Maju
  • ManuabaI.B.G,dkk.2011.BukuAjarKesehatanReproduksiUntukMahasiswaBidan.Jakarta: PenerbitBukuKedokteran EGC
  • Prawirohardjosarwono. 2009 .Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT BinaPustaka Sarwono Prawirohardjo
  • Surbakti E.B, Drs.2008 .Awas Tayangan Televisi. Jakarta : Kelompok Gramedia
  • www.wikipedia.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar